Skip to main content

Tat Mo Co Su

Damo Zushi (Tat Mo Co Su)



Damo Zushi (Tat Mo Co Su) adalah pendiri aliran Chan 

(Zhen), di Tiongkok, nama awalnya  adalah BodhiDharma.

 Beliau memasuki Tiongkok pada zaman enam dinasti (386-

589) pertama kali tinggal di Jianye, kemudian memasuki 

Louyang dan tinggal di biara Shaolin, di pegunungan Song shan.
Bodhidharma atau Damo, lahir di India selatan, termasuk 

suku Brahma, setelah menjadi pendeta ia dengan tekun

 mendalami aliran Mahayana. 



Pada tahun 520 ia 

meninggalkan India dan pergi ke Tiongkok, setiba di 

Guangzhaou ia berjalan sampai ke negeri Wei, dan 

mengunjungi biara Shaolin di pegunungan Songshan. Di

 biara itu ia memperdalam ilmu meditasi aliran Chan dan

mengajar pendeta disitu. Ilmu meditasi ini kemudian
menjadi cikal bakal tenaga dalam Shaolin yang terkenal.

Dibiara ini Tat Mo Co Su menunggu murid pertamanya yaitu

Huike yang kemudian menjadi leluhur aliran Chan kedua. 

Karena tertarik akan ketulusan hatinya, Damo Zushi (Tat Mo

 Co Su) menyerahkan empat gulung sutra “Lengjia” kepada 

Huike, ia berkata sutra tersebut paling sesuai untuk orang Tiongkok.
Kehidupan Tat Mo Co Su tidak tercatat secara jelas. Ada yang 
mengatakan beliau meninggal dan dikembumikan di gunung Xiongershan di profinsi Henna. Namun ada lagi yang 


mengatakan Damo Zushi (Tat Mo Co Su) moksa tanpa 

diketahui dimana. Hari lahirnya diperingati pada tanggal 3 bulan 10 Imlek.
Selain dibiara Shaolin, pemujaan Damo Zushi (Tat Mo Co Su)
 juga banyak di kelenteng, sering kali Tat Mo Co Su dipuja 


sebagai salah satu dari Se Pa Lo Han/18 Arahat, sering juga 

Tat Mo Co Su dianggap sebagai dewa pelindung prajurit dan 

ahli beladiri shaolin.







Comments

  1. Mainkan Sabung Ayam S128 dan SV388 Dengan Kualitas Terbaik bersama Winning303..
    Kemenangan 100% di Pasti di Bayar!!

    Dapatkan CashBack Kekalahan Dari Winning303 Mingguan...

    Hubungi Segera:
    WA: 087785425244
    Cs 24 Jam Online

    ReplyDelete
  2. Donaco Poker Sebagai Situs Agen Poker Online Uang Asli Yang Menyediakan Transaksi Dari Bank Bca, Bni, Bri, Mandiri dan Danamon Memberikan Minimal Deposit Yang Sangat Murah Serta Menyediakan Hadiah Jackpot Setiap Harinya Dan Bisa Bermain Dengan Para Player Dari Seluruh Kota Yang Ada Di Indonesia.

    Waktu Yang Relatif Singkat Dalam Semua Proses Transaksi Akan Semakin Membuat Para Member Betah Dan Puas.

    Hubungi Kami Secepatnya Di :
    WHATSAPP : +6281333555662

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hanuman

Hanuman Pada suatu saat Batara Guru sedang terbang melalang di atas Telaga Nirmala, ia menyaksikan seorang wanita muda sedang melakukan tapa kungkum. Melihat tubuh wanita muda itu, Dewi Anjani namanya, Batara Guru tidak dapat menahan birahinya dan jatuhlah kama benihnya, menimpa sehelai daun asam muda yang mengapung di permukaan telaga. Daun asam muda yang oleh orang Jawa disebut sinom itu hanyut terbawa arus dan akhirnya tertelan oleh Dewi Anjani. Seketika itu juga Dewi Anjani hamil. Karena merasa tidak pernah disentuh pria, segera Anjani menuntut Batara Guru untuk bertanggung jawab atas kehamilannya. Ternyata pemuka dewa itu tidak mengelakkan tanggung jawab. Ia mengakui bayi yang berada dalam kandungan Anjani sebagai anaknya, dan memerintahkan para bidadari menolong kelahirannya. Bayi itu kemudian diberi nama Anoman. Kelahiran Anoman ditandai dengan gara-gara yang melanda dunia. Gunung-gunung meletus, badai dan air bah terjadi di mana-mana. Para dewa segera meng...

Maha dewa

Dewa Siwa (Dewa tertinggi) Dewa Siwa  dalam mitologi Hindu dikenal sebagai dewa tertinggi dan banyak pemujanya. Mitos Siwa dapat dijumpai dalam beberapa kitab suci agama Hindu, yakni kitab-kitab Brāhmana, Mahābhārata dan  Purāna. Selain itu, perwujudan tokoh Siwa telah ada sebelumnya, yaitu Rudra. Kelahiran Rudra Kitab Satapatha-Brāhmana menceritakan tentang kelahiran Rudra. Diceritakan bahwa ada seorang kepala keluarga bernama Prajapati yang memiliki seorang anak laki-laki. Sejak lahir, anak itu menangis terus, dia merasa tidak terlepaskan dari keburukan karena tidak diberi nama oleh ayahnya. Kemudian Prajapati memberinya nama Rudra, yang berasal dari akar kata rud yang artinya menangis. Kisah kelahiran Rudra ini bisa dijumpai pula dalam kitab-kitab Weda Samhita dan kitab Wişņu-Purāna. Tersebutlah Brahmā sedang marah kepada anak-anaknya yang diciptakannya pertama kali, yang tidak menghargai arti penciptaan dunia bagi semua makhluk. Akibat kemarahannya itu tiba-ti...